Rabu, 05 September 2012

Teruntuk dia, pasanganku (kelak)

Mungkin ini hanya impian sederhana, impian sederhana dari setiap wanita di cerita hidupnya.

Akan aku sibak selimut yang menutupi tubuhmu, ketika kamu tengah tidur dengan pulasnya. Tentu saja saat azan subuh sayang, kewajiban kita kepada Tuhan karena masih memberi kita kehidupan hari ini. Juga memanjatkan doa yang terbaik untuk kita selanjutnya.

Sarapan hangat dan secangkir teh/kopi dimeja, akan aku usahakan selalu ada disetiap pagimu. Tentu saja aku tak ingin kamu merasa lapar sebelum jam makan siang sehingga bunyi perutmu mengganggu konsentrasi kerja.

Pertanyaan setiap siang, apakah kamu sudah makan dan apa yang kamu makan siang ini. Tentu saja sayang, aku tidak ingin pekerjaanmu membuatmu lupa untuk makan siang. Aku ingin kau selalu sehat. Dan mengingatkanmu untuk wajib lapor kepada Tuhan saat siang hari, sholat Zuhur sayang.

Akan ada anak anak kecil berlarian dari dalam rumah yang menyambut ayah nya sepulang kerja. Tentu saja anak kita sudah aku mandikan, dan harum. Itu akan membuatmu nyaman memeluknya dan pasti mengurangi stress kamu di kantor.

Sholat berjamaah, mengajarkan kepada anak kita dan belajar untuk mengenal Tuhannya.

Makan malam bersama, iya, yang aku masak dan aku siapkan sendiri untuk kita. Betapa serunya mendengar anak kita berceloteh lucu.

Hingga waktunya kamu beristirahat, telah aku bersihkan dan rapikan tempat tidurmu, tentu saja disampingku. Akan kubuka lebar telingaku, mendengar keluh kesahmu, cerita keadaan kantormu, atau diskusi kecil tentang kehidupan kita kedepannya. Hingga kau tak sanggup menahan kantuk, aku akan bersegera mengecupmu, dan mengucapkan selamat tidur.

Berikanlah seseorang yang pantas menerima itu semua Tuhan. Tidak akan ada perhitungan apapun, tulus, hanya untuk kekasih hati, pendamping hidupku kelak.

Dan aku akan berusaha memantaskan diri, agar mendapat yang terbaik yang Tuhan berikan.

Dan ini akan berusaha aku wujudkan, nanti..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar