Yang pernah atau lagi ngerasain putus cinta, gimana coba rasanya?? Hayoooo :D
Well, gak lain dan gak bukan, ya nangis, dan nyalahin semuanya. Semua, apapun, yang gak berdosa, yang gak bersalah, bahkan yang gak ada hubungannya dengan tragedi itu, jadi disalahin.
Gak memungkiri, aku juga gitu.. Hueueue XD
Tapi gak apa, nangis aja. Aku tau, dunia kayak runtuh, di bom pake nuklir, ditembak roket, diterjang wedhus gembel, tenggelam di danau toba, tersesat di gurun sahara-entah rasa apa lagi yang paling menyakitkan-semua di rasain kalau lagi putus cinta. Desperate?? Pastinya.. Hehehee
Oh iya, aku nulis ini dalam konteks orang-baik laki/perempuan-yang beneran cinta sama pasangannya ya. Bukan hubungan yang sekedar pacaran anak muda (lah aku setua apa??)
Mantan? Apa yang ada dibenak kalian soal mantan? Dan posisi kita yang terkhianati? It's so Kampret, right?? Hahahaa
Coba kamu telisik lagi, gimana harusnya-sebaiknya-kepada mantan?? Harusnya kita bisa atau wajib ucapin makasih loh, ke mantan kita. Kenapa? Buat apa? Bukannya dia udah jahat sama kita? Udah hancurin sebagian hidup dan mimpi-mimpi yang kita coba raih??
Ah udalah, gak usah bertele-tele, nih misalnya aja nih, kenapa harus ngucapin makasi ke mantan (sebernya ini sih bukan 'misalnya') heueueuhehhee..
Jadi, mantan itu ibaratnya udah nyiptain luka di diri kita, bukan secara fisik, tapi psikologis dan mental. Bingung kan gimana mau nyembuhin lukanya, sementara luka itu gak berwujud tapi sangat-sangat berasa.
Semakin besar cinta yang kita punya untuk dia, semakin dalam dan lebar luka yang dia buat, menganga..
Aku, berterima kasih. Karena aku jadi tau gimana rasanya terluka, itu sakit, itu pedih, itu ngilu. Karena terluka, aku harus bisa nahan sakit, aku harus sabar buat ngerawat luka sampe luka ini berangsur mengering, jadi koreng, dan kemudian sembuh. Karena aku tau sakitnya gimana, aku bakal berpikir panjang, dalam-dalam, untuk segimana mungkin gak nyiptain luka kepada orang lain. Terlebih orang itu cinta sama aku.
Dengan aku ditinggalin sama mantan, aku berterima kasih.
Jadi harus bisa ngehargain waktu dengan orang yang cinta sama kita pada waktu itu. Karena kita gak pernah tau, sampai batas waktu kapan seseorang tetap mencintai kita, dan kemudian dia perlahan pergi. Setelah sadar, dia gak ada lagi, cuma penyesalan dan kesepian yang lo rasa. Nyesel?? Wajar.. Tapi, gak ada yang perlu disesalin, jendral. Perbaiki jika suatu hari akan ada seseorang yang mencintai kita.
Ngeliat dia udah bahagia sama pengganti kita, walaupun luka kita masih sangat-sangat basah. Harus juga kita ucapin makasih sama mantan. Karena aku jadi bisa-dan harus bisa-jadi seorang yang ikhlas. Gak bagus buat nahan seseorang meraih bahagia dia.
Dan mungkin bahagia aku,happily ever after aku juga bukan sama dia. Kita masing-masing punya jatah. Jatah bahagia, jatah merana. Dan kalo jatah merana aku ini sudah habis, tinggal bahagialah yang tersisa. Tuhan Maha Segalanya, rahasia Tuhan akan tersibak jawabannya, kelak.
Makasih untuk waktu-yang tidak sebentar-yang kamu habiskan untuk aku. Dari kita remaja, hingga dewasa, tumbuh bersama. Gak ada yang sia-sia. Sama sekali gak ada. Jadi lebih dewasa, bijak, dan tidak mengedepankan ego. Aku jadi inget, segimana aku ngambek, segimana aku marah sama kamu, hingga kamu berkata 'iya' untuk aku dan segala kelakuanku.
Bangkit, sembuhkan luka, jalani hidup, lebih dewasa dan lebih bijak. Itu target sekarang. No more tears, simpan air mata untuk hal yang pantas, kebahagiaan misalnya.
Dulu kita berada dalam satu film, sama-sama jadi pemeran utama, dan selesai gak dengan happy ending. Sekarang kita udah jadi pemeran utama dalam 2 film berbeda. Sekarang waktunya kita buat mainin cerita yang akhirnya happy ending, yang kita sendiri dan penonton harapkan.
Makasih banyak-banyak, Bram. You are the most amazing experince, in my life.
Bahagialah disana, dan aku sedang menanti bahagiaku, disini.
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar