Senin, 31 Desember 2012

Di 2013

Selamat pagi di 1 Januari 2013 :))

Mengucapkan Alhamdulillah karena 2012 sudah berlalu, dan mampu melewati. Di awal 2012 sudah dimulai dengan kepiluan. Tuhan memberi waktu belajar selama setahun kemarin. Pelajaran yang luar biasa membuat saya 'pintar'.

Pernah patah hati, coba move on, gagal move on, kencan" lucu, dan diakhir tahun dipertemukan dengan cinta atau entah apa ini namanya :))

Untuk resolusi, tidak ada. Pasti orang berkomentar bahwa saya adalah orang yang tidak mempunyai impian dan tujuan di tahun ini. Tapi saya lebih memilih untuk menikmati kejutan" yang Tuhan berikan.

Semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan, ilmu yang luar biasa, berkah terhadap saya dan keluarga, rezeki yang tak ternilai, dan yang terpenting adalah disegerakannya saya bertemu dengan pemilik diriku di dunia. Amiinn.

Alhamdulillah 2012, Bismillah 2013

Minggu, 02 Desember 2012

Ini tentang harapan (palsu/tidak)

Minggu, 2 Desember 2012, 23:24

Udah gak di protokoler lagi. Antara seneng dan sedih. Ni macem di php-in gitu. Udah mulai bisa adaptasi, mulai ngerti dengan kerjaan, harapan tentang karir kedepannya, sekejap hilang.
Persis kayak di php-in cowok.

Oke mulai di paragraf ini, ya lagi" tentang cinta. Udah berapa kali aja cowok dateng dan pergi di hidup aku. Tapi bukannya aku sok atau banyak mau, Tuhan. Aku belom menemukan yg kurasa cocok :'(

Ni sekarang temen SMA, yg entah apa maksudnya. Seriuskah apa cuma becandaan.

Singkirkan dia sebelum aku bisa mencintainya, Tuhan. Jika niatnya hanya main".

Tp tolong tunjukkan jalan menuju pendamping hidupku, Tuhan.

Dengan segala rendahnya diriku, aku memohon padaMu, Tuhan. Lindungi aku..

Minggu, 25 November 2012

Move on !

Tanggal 21 November 2012, gabung di protokoler. Buta, meraba, membaca, belajar.

Tapi yah, harus dihadapi. Menghindar juga gak akan bisa. Semoga lancar..

Udah itu aja dulu.

Oh iya, kerja rodi sih. Tp ya mungkin setimpal dengan kerjaan gw dipuskes dulu, makan gaji buta.

Hahahaha

Rabu, 31 Oktober 2012

Tentang Malam

Kamis, 1 November 2012, 12:12

Nulis ini terinspirasi dari salah satu post di blog nya Raditya Dika.
Kalo bang Dika suka hujan, aku suka sama yang namanya Malam.

Tentang Malam,

Aku suka malam, dimana dengan kesejukannya ia merengkuh kita yang tinggal sisa sedikit energi.

Tidak ada panas, tidak ada emosi, tidak ada egois. Malam selalu memberi kenyamanan, kedamaian.

Aku suka malam, dimana langit berhias bintang. Yang tidak akan berhenti kita melihat takjub kepadanya. Ratusan, atau bahkan ribuan, yang tertampung diatas sana.

Aku suka malam, dimana rangkuman cerita di pagi dan siang hari dapat kita ceritakan kepada yang terkasih. Kelelahan, kebosanan, kemarahan akan reda saat kita bercerita pada malam hari.

Aku suka malam, ia mengumpulkan seluruh anggota keluarga. Canda dan celoteh. Membahagiakan pada malam hari.

Lihat lampu yang menyala dijalan pada malam hari? Ya, aku sangat menyukainya. Pemandangan indah, memberikan warna dan kehangatan pada malam yang selalu dideskripsikan sebagai dingin dan gelap.

Rasanya aku tiada ingin malam cepat berganti pagi.

Hei, kamu. Mau melewati malam bersamaku? Aku pastikan pelukku selalu menemani malammu.

Kamis, 25 Oktober 2012

Senin, 08 Oktober 2012

Sosok baru

Minggu, 7 Oktober 2012.
Sekitar setengah 8 malam.

Dia datang, gak kaget sih karna dia emang udah bilang di hari sebelumnya.
Cuma sedikit gak percaya, yaa, dia berani buat datang kerumah. Buat ukuran orang yang baru sehari kenal via BBM.

Paris; pake P :))
Namanya lucu, karna sebelum"nya biasa denger yang pake F :D

Lucu, asik.
Yah untuk pertama itu dulu. Selanjutnya?? We will see. Gak tau apa yang bakal terjadi kedepannya.
Karna ketemu dia ini juga salah satu kejadian yg gak pernah di duga".

Selalu bimbing aku, Tuhan. Selalu lindungi aku.

Minggu, 30 September 2012

Di pagi ini ...

Aku masih tahan, iya, masih bertahan. Tiada balasan?? Masih tetap.. Tinggal menunggu waktu akhirnya harus benar-benar berhenti. Berhenti untuk mengharapkannya.

Hingga akhirnya hari ini foto kamu dan wanita yang muncul. I don't know who is she, but it's hurt, dear.. Keinginan utuk bertanya dan marah itu ada. Iya, salah aku sendiri kok. Salah aku yang menganggap kamu milik aku, salah aku yang merasa kamu untukku. Salah aku.

Sepertinya memang sudah harus dimulai. Mulai berhenti untuk perduli kamu, berhenti melihat wajah kamu,berhenti untuk mengharapkanmu. Walaupun aku merasa sudah bisa menyayangi kamu, merasa sudah bisa merindukan kamu, dan cemburu. Entah bagaimana awalnya, tapi aku sudah merasakan itu semua.

Tapi harus segera dihentikan. It's hurt..

Kamis, 27 September 2012

Waiting for . . .

Aku ini cuma merasa rindu. Kepada dia yang aku tidak tahu apa yang dirasakannya.

Dia sedang berada dimana, Tuhan ??
Berada dekat dan disekitarku? Atau dia di sebrang sana?

Dia sedang menempuh jarak untuk menemukanku? Atau aku yang harus beranjak menemukannya?

Tuhan, aku tahu akan tiba saatnya dimana nanti aku berucap "Terima kasih, Tuhan. Pencarianku telah selesai dan telah aku temukan."

Segerakanlah, Tuhan. Aku sudah benar-benar membutuhkannya..

Dengan segala ketidakberdayaanku, aku membutuhkannya, Tuhan. Benar-benar membutuhkan dia. Seorang pria.

Selasa, 18 September 2012

Apa yang ada di hati dan fikirannya?

Yang ini sulit diterka, Tuhan..
Aku yang sekedar ke-Ge-Er-an atau apa ??

Mengirimkan voicenote lagu romantis, memakai emoticon yang tak lazim dalam percakapan bbm, tapi kadang dia hilang, hanya berkata singkat.. Yah, itulah dia.

Dia yang sekedar menganggap aku sebagai teman yang malang, atau memang dia sibuk, atau dia yang memang sulit diterka??

Jika bukan dia, aku ingin dia menjauh dan hilang, Tuhan. Sebelum segala harapan tentang kebahagiaan, terlanjur aku gantungkan kepadanya.

SkenarioMu kali ini sungguh luar biasa. Mendatangkan tokoh utama pria yang susah ditafsirkan.

Terimakasih Tuhan, memberikan sentuhan warna hidupku.

Ketika . . .

Pasti kita punya mantan yang paling fenomenal dalam hidup kita. Apa jadinya kalau tiba-tiba denger dia mau nikah dan itu tinggal itungan minggu lagi.

Bukan gw sih, dan jangan sampe kejadian sama gw. Haduuhh, gak bisa bayangin gimana :'(

Tuhan, aku mohooonnnn
Jangan sampe kejadian. Cukup sakit waktu dia milih ninggalin aku. Jangan sampe mendengar dan menyaksikan pernikahannya lebih dulu.

Izinkan aku segera bertemu jodohku, Tuhan.
Cukup, Tuhan. Izinkan air mata ini mengalir lagi untuk kebahagiaanku. Hanya kebahagiaan.

Dengarlah namanya, nama seseorang yang kucinta, di dalam doaku, Tuhan.

Jumat, 14 September 2012

Ketika sudah terbiasa

Kenalin, mobil Timor gue yang tercinta. Eh, mantan mobil lebih tepatnya :'(
Mobil Timor silver itu dikasih nama Timotty, motty biasa dipanggil.
Motty udah jadi bagian dari anggota keluarga gue semenjak dari gue kelas 2 SMA, dari tahun 2005 atau sekitaran 8 tahunan ikut sama keluarga gue.

Kemaren motty udah ikut sama tuan yang baru. Gak percaya rasanya, semua prosesnya bener-bener cepet. Gak terhitung lagi jumlah kenangan yang ada sama motty selama 8 tahun ini. Dari mulai cerita keluarga, seneng sedihnya, kenangan sama mantan pacar, bahkan motty jadi saksi transformasi gue dari remaja jadi seorang dewasa.
Sedih, harus pisah sama motty, mana tuannya yang baru kemaren ngomong kalo garasi mobilnya belom jadi dan motty harus tidur pake terpal *miris. Sedangkan motty dirumah gue selalu dapet tempat terhormat, iya, dalem garasi.

Sebenernya udah dapet juga sih pengganti motty, lebih muda, lebih keren dan lebih nyaman.
Tp bukan masalah itu, udah cinta banget sama motty yang selalu setia nemenin kemana aja, dan selalu ngelindungin dari panas dan hujan.

Dan sekarang, harus mengubah semua cara. Menyesuaikan diri dengan yang baru (mobil ini belum punya nama), mencari kenyamanan dan sebisa mungkin merasakan yang mobil ini rasakan.

Dulu motty kalo nutup pintu harus sekuat tenaga bantingannya, sekarang harus lebih hati-hati karena pintu mobilnya gak perlu dibanting juga udah kenceng.

Dulu motty sering banget mendadak panas, karena gue sering lupa cek radiator. Sekarang udah gak begitu lagi,gak perlu cek radiator segala lagi.

Kalo motty udah mau panas, feeling gue langsung main, langsung natap temperatur mobil, dan cepet-cepet matiin ac terus buka kaca. Sekarang, yah natap temp mobil item, muncul gambarnya juga enggak.

Motty mobil manual, kudu maen kaki kiri kanan, oper-oper persneling. Sekarang matic, sesekali aja mindahin persnelingnya.

Susah menghapus bayangan motty dan kebiasaan yang sering dilakuin buat dia. Tapi kebiasaan itu gak jadi beban karena memang pada dasarnya emang cinta sama motty.

Tapi sekarang, mau gak mau, ya harus menyesuaikan diri sama mobil yang belum ada nama ini.
Harus bisa menyatukan feeling, harus bisa saling melindungi dan menjaga.

Itu juga sama hal nya dengan orang yang patah hati (ujungnya galau lagi). Harus bisa move on dari kebiasaan lama yang selalu kita lakuin bareng pasangan kita dulu.
Karena sekarang didepan mata kita telah berganti rupa dan wujud, yang juga butuh perhatian dan kasih sayang yang kita punya, kita juga harus segera mungkin ciptakan hal baru yang kemudian akan menjadi kebiasaan kita dan pasangan kita nanti.

Pengalaman yang dulu, jadikan selalu penunjuk langkah kita, untuk menjadi lebih baik dan bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini.

Terima kasih motty, suka duka dan semua kenangan.

Selamat datang (mobil belum punya nama). Segeralah kita menjadi sahabat. Dan menjadi satu jiwa.



Senin, 10 September 2012

at the Right Time :)

'Ayu, kapan nikah?'
'Nah elu kapan nyusul? Ntar keburu tua.'
'Umur lo sekarang berapa? Ntar temen-temen lo anaknya udah pada gede, anak lo masih bayi.'

Wohoooo, itu berapa contoh yang sering banget, amat sangat, nonjok di muka gue..
Panas? Kuping lo kayak mau berdarah darah? Memang...
Produk 80an udah pada gelisah banget kalo ditanya begituan, hahahahaa..Walaupun gue 80an akhir, tetep aja gue udah terganggu pertanyaan macem gitu. Karena produk 90an udah pada berlomba lomba juga.
Jadi males kan ya kalo mau kondangan?? Sama..

NIKAH
Definisinya susah kalo menurut gue, gak cuma perkara Ijab-Qobul, pestaan, udah beres.
Rumit, susah, perlu pertimbangan, perlu persiapan, perlu tabungan, perlu banyaklah pokoknya.
Nikah gak semudah lo mau beli sempak, begitu ketemu, gak perlu dicoba, lo langsung bayar. Dicoba disini bukan dalem artian yang negatif ya sodara-sodara.
Dari mulai pasangan, emang gak akan pernah ada manusia yang sempurna. Tapi pasti kita pengen kan dapet yang banyak positifnya.
Pengen punya pasangan yang soleh, pinter, mapan, pendidikan bagus, sopan, dan gak brutal. Buat dapetin kan kita juga mesti usaha, mesti memantaskan diri. Gimana caranya kita bisa dapet yang model begitu, ya mau gak mau kita harus jadi yang model begituan juga.

Belom lagi kita mau men-sinkron-kan pasangan kita dengan keluarga. Gimana caranya kita bisa menunjukkan yang terbaik dari yang pasangan kita punya.
Itu bukan perkara gampang, orang tua, keluarga bakal detil soal begituan, karena para orang tua juga gak akan mau anaknya salah pilih, rumah tangga gak harmonis, berantakan, dan kehancuran di ujung ceritanya.
*Amit-amit, jauh-jauh yang begituan*

Setelah nikah bakal muncul anak. Apa itu anak? Titipan Tuhan yang harus dijaga, diurus, dibimbing, dididik. Bukan cuma perkara crot, ngelahirin, terus tu anak didiemin aja, ntar juga gede sendiri.
Butuh makan guys, butuh susu, butuh pakaian, butuh pengobatan, butuh kenyamanan.
Untuk itu kita harus cari yang mapan, buat dapet yang mapan ya minimal kita sendiri juga punya kerjaan.

Rumah tangga bukan permainan, yang udah capek kita bisa berhenti, udahan. Bakal ada macem-macem masalah. Kalo gak dewasa dan bijak, kita gak akan pernah bisa ngambil atau milih cara buat pertahanin keluarga kita.

Nikah muda atau pernikahan dini, gak selamanya indah. Bukan berarti juga yang nikah umur 25an keatas itu karena kurang laku. Gue pribadi udah punya banyak contoh, banyak banget. Dari mulai temen kuliah dulu, rata-rata rumah tangga gak berjalan lancar. Karena itu tadi, menurut gue sih masih kurang dewasa untuk memulai rumah tangga. Terus juga di lingkungan kerja, banyak yang malah gak cinta sama suaminya. Jam kerja telponan mesra, sama laki-laki, bukan suaminya. Gue miris banget. Gue aja kalo pacaran, tu cinta luar biasa sama pasangan gue. Ini gimana bisa, rumah tangga udah umur belasan tahun, bisa berucap mesra sama pasangan hidup orang lain.

Gue gak mau begitu. Mau nikah dengan orang yang bener bener cinta sama gue, gue juga cinta sama dia. Sayang sama anggota keluarga gue, dan gue juga sayang dengan keluarganya.
Tuhan udah menulis script buat masing-masing kita. Dan itu bakal terjadi at the right time.
Sebentar atau lama, Tuhan juga punya banyak kejutan dibalik itu.

Dikira gue gak pengen nikah, pengen banget tauuuu :'(
Tapi apa mau dikata, Tuhan sekarang masih ngasih waktu gue buat seneng-seneng, dan bisa memaksimalkan waktu buat diri gue sendiri dan orang rumah. Gue sadar, dulu gue gak banyak menghabiskan waktu dengan keluarga.

Yaahhh, gue sih selalu yakin, at the right time.
Saat semua udah siap. Gue, keluarga, pasangan gue nanti, dan keluarganya.




Kamis, 06 September 2012

Just wanna say Thank You

Yang pernah atau lagi ngerasain putus cinta, gimana coba rasanya?? Hayoooo :D

Well, gak lain dan gak bukan, ya nangis, dan nyalahin semuanya. Semua, apapun, yang gak berdosa, yang gak bersalah, bahkan yang gak ada hubungannya dengan tragedi itu, jadi disalahin.

Gak memungkiri, aku juga gitu.. Hueueue XD

Tapi gak apa, nangis aja. Aku tau, dunia kayak runtuh, di bom pake nuklir, ditembak roket, diterjang wedhus gembel, tenggelam di danau toba, tersesat di gurun sahara-entah rasa apa lagi yang paling menyakitkan-semua di rasain kalau lagi putus cinta. Desperate?? Pastinya.. Hehehee

Oh iya, aku nulis ini dalam konteks orang-baik laki/perempuan-yang beneran cinta sama pasangannya ya. Bukan hubungan yang sekedar pacaran anak muda (lah aku setua apa??)

Mantan? Apa yang ada dibenak kalian soal mantan? Dan posisi kita yang terkhianati? It's so Kampret, right?? Hahahaa

Coba kamu telisik lagi, gimana harusnya-sebaiknya-kepada mantan?? Harusnya kita bisa atau wajib ucapin makasih loh, ke mantan kita. Kenapa? Buat apa? Bukannya dia udah jahat sama kita? Udah hancurin sebagian hidup dan mimpi-mimpi yang kita coba raih??

Ah udalah, gak usah bertele-tele, nih misalnya aja nih, kenapa harus ngucapin makasi ke mantan (sebernya ini sih bukan 'misalnya') heueueuhehhee..

Jadi, mantan itu ibaratnya udah nyiptain luka di diri kita, bukan secara fisik, tapi psikologis dan mental. Bingung kan gimana mau nyembuhin lukanya, sementara luka itu gak berwujud tapi sangat-sangat berasa.
Semakin besar cinta yang kita punya untuk dia, semakin dalam dan lebar luka yang dia buat, menganga..

Aku, berterima kasih. Karena aku jadi tau gimana rasanya terluka, itu sakit, itu pedih, itu ngilu. Karena terluka, aku harus bisa nahan sakit, aku harus sabar buat ngerawat luka sampe luka ini berangsur mengering, jadi koreng, dan kemudian sembuh. Karena aku tau sakitnya gimana, aku bakal berpikir panjang, dalam-dalam, untuk segimana mungkin gak nyiptain luka kepada orang lain. Terlebih orang itu cinta sama aku.

Dengan aku ditinggalin sama mantan, aku berterima kasih.
Jadi harus bisa ngehargain waktu dengan orang yang cinta sama kita pada waktu itu. Karena kita gak pernah tau, sampai batas waktu kapan seseorang tetap mencintai kita, dan kemudian dia perlahan pergi. Setelah sadar, dia gak ada lagi, cuma penyesalan dan kesepian yang lo rasa. Nyesel?? Wajar.. Tapi, gak ada yang perlu disesalin, jendral. Perbaiki jika suatu hari akan ada seseorang yang mencintai kita.

Ngeliat dia udah bahagia sama pengganti kita, walaupun luka kita masih sangat-sangat basah. Harus juga kita ucapin makasih sama mantan. Karena aku jadi bisa-dan harus bisa-jadi seorang yang ikhlas. Gak bagus buat nahan seseorang meraih bahagia dia.
Dan mungkin bahagia aku,happily ever after aku juga bukan sama dia. Kita masing-masing punya jatah. Jatah bahagia, jatah merana. Dan kalo jatah merana aku ini sudah habis, tinggal bahagialah yang tersisa. Tuhan Maha Segalanya, rahasia Tuhan akan tersibak jawabannya, kelak.

Makasih untuk waktu-yang tidak sebentar-yang kamu habiskan untuk aku. Dari kita remaja, hingga dewasa, tumbuh bersama. Gak ada yang sia-sia. Sama sekali gak ada. Jadi lebih dewasa, bijak, dan tidak mengedepankan ego. Aku jadi inget, segimana aku ngambek, segimana aku marah sama kamu, hingga kamu berkata 'iya' untuk aku dan segala kelakuanku.

Bangkit, sembuhkan luka, jalani hidup, lebih dewasa dan lebih bijak. Itu target sekarang. No more tears, simpan air mata untuk hal yang pantas, kebahagiaan misalnya.

Dulu kita berada dalam satu film, sama-sama jadi pemeran utama, dan selesai gak dengan happy ending. Sekarang kita udah jadi pemeran utama dalam 2 film berbeda. Sekarang waktunya kita buat mainin cerita yang akhirnya happy ending, yang kita sendiri dan penonton harapkan.

Makasih banyak-banyak, Bram. You are the most amazing experince, in my life.

Bahagialah disana, dan aku sedang menanti bahagiaku, disini.

:)

Rabu, 05 September 2012

Teruntuk dia, pasanganku (kelak)

Mungkin ini hanya impian sederhana, impian sederhana dari setiap wanita di cerita hidupnya.

Akan aku sibak selimut yang menutupi tubuhmu, ketika kamu tengah tidur dengan pulasnya. Tentu saja saat azan subuh sayang, kewajiban kita kepada Tuhan karena masih memberi kita kehidupan hari ini. Juga memanjatkan doa yang terbaik untuk kita selanjutnya.

Sarapan hangat dan secangkir teh/kopi dimeja, akan aku usahakan selalu ada disetiap pagimu. Tentu saja aku tak ingin kamu merasa lapar sebelum jam makan siang sehingga bunyi perutmu mengganggu konsentrasi kerja.

Pertanyaan setiap siang, apakah kamu sudah makan dan apa yang kamu makan siang ini. Tentu saja sayang, aku tidak ingin pekerjaanmu membuatmu lupa untuk makan siang. Aku ingin kau selalu sehat. Dan mengingatkanmu untuk wajib lapor kepada Tuhan saat siang hari, sholat Zuhur sayang.

Akan ada anak anak kecil berlarian dari dalam rumah yang menyambut ayah nya sepulang kerja. Tentu saja anak kita sudah aku mandikan, dan harum. Itu akan membuatmu nyaman memeluknya dan pasti mengurangi stress kamu di kantor.

Sholat berjamaah, mengajarkan kepada anak kita dan belajar untuk mengenal Tuhannya.

Makan malam bersama, iya, yang aku masak dan aku siapkan sendiri untuk kita. Betapa serunya mendengar anak kita berceloteh lucu.

Hingga waktunya kamu beristirahat, telah aku bersihkan dan rapikan tempat tidurmu, tentu saja disampingku. Akan kubuka lebar telingaku, mendengar keluh kesahmu, cerita keadaan kantormu, atau diskusi kecil tentang kehidupan kita kedepannya. Hingga kau tak sanggup menahan kantuk, aku akan bersegera mengecupmu, dan mengucapkan selamat tidur.

Berikanlah seseorang yang pantas menerima itu semua Tuhan. Tidak akan ada perhitungan apapun, tulus, hanya untuk kekasih hati, pendamping hidupku kelak.

Dan aku akan berusaha memantaskan diri, agar mendapat yang terbaik yang Tuhan berikan.

Dan ini akan berusaha aku wujudkan, nanti..

Selasa, 04 September 2012

lLagi-lagi untuk Tuhan

Rindu??
Hehehee, udah menumpuk nih. Tapi belum tertuju, untuk dan kepada siapa rindu ini..

Deskripsi rindu sekarang ini, yah, cuma sebatas dalam hati.
Mencoba tertuju padanya, tapi dia, entah bersedia apa nggak, aku juga belom tau.

Kalopun dia gak kan prnah bersedia jadi tempat aku melampiaskan rindu, yah setidaknya itu hal yang pertama, yang udah aku bayangin sebelumnya. Kenapa pertama? Karena jika seluruh hal bahagia yang aku byangin, kemudian Tuhan, dunia, dan wktu tidak pernah mengijinkan, bakal cuma CO2 yang ada dalem dada, sesek napas. eheehee

Tapi kamu tau, gak akan pernah berhenti berdoa supaya Tuhan dan semesta mempertemukan kita. Setidaknya sampe kamu kembali  ke kota ini dan kita membicarakan semua hal nya.

Ijinkan Tuhan, ijinkan aku menumpahkan cinta kpada dia. Ijiinkan aku mencintai dgn cara yg trbaik yg aku bisa. Dan ijinkan dia yang terakhir..

Kamis, 30 Agustus 2012

Sekelumit cerita

Namanya cewek, kalo mau cerita ya udah pasti gak jauh jauh dari urusan cinta. Nah sekarang gw mau ceritain sedikit kisah cinta gw, baru sama orang ini gw baru ngerti arti cinta. Tsaaahhhh. . . .

25 Januari 2006, sejak hari itu dan tanggal tanggal selanjutnya, gw sama dia selalu memperingatinya. Yak, yang istilah sekarangnya mah Anniversary. Muehehehee
Lumayan lama bisa bertahan, dari semenjak sepupu gw belom lahir dunia, sampe dia udah sekolah TK. Iya, hampir 6 tahun.
Semua orang udah sepakat berpikir kalo final hidup gw bakal sama dia, kalo gw bakal berakhir bahagia dan hidup selamanya berdampingan sama dia.

Awal cerita bahagia luar biasa, kalopun keributan, ya cuma sekedar keributan pacaran anak muda aja, dan selalu terselesaikan dalam waktu yang gak lama. Nanya kenapa bisa putus? Gak sayang dengan usia pacaran yg udah hampir akil baligh gitu?
Gw gak perlu jawab semua itu pasti semua udah pada tau. Ya jelas jelas, amat sangat disayangkan sampe bisa hancur kayak begitu.
Kenapa?? Mari kita jabarkan ya..
Yang pertama, (macam pasal UUD 1945 aja), untuk yang pertama  kali keluar kata putus yang pertama kali dari mulutnya. Karena apa? karena egoisnya gw, keras kepalanya gw, ngeyelnya gw, dan gw yang gak intens mengunjungi keluarga dia. Tau rasanya gimana? Huuuaaahhhhh, itu kayak dipalu, kayak ditusuk, kayak dicekek. Nangis-nangisan yang beneran nangispun dimulai. FYI, gw bukan tipe orang yang gampang keluarin air mata, apalagi yang dijadiin senjata kalo lagi berantem sama pacar, biar pacarnya maafin dia.
Dan hal ini jadi debu paling pedih, sampe bikin gw nangis.
Iya gw terima semua alesan dia, terus gw coba dengan introspeksi dan perbaiki diri. Tapi kesalahn fatal gw buat, 2 minggu setelah itu gw balikan sama mantan gw waktu SMA.

Respon negatif langsung menyerbu. Bahkan temen dia kuliah, sahabat gw sendiri nyalahin kelakuan gw. Mereka bilang kalo dia masih sayang banget sama gw. Ya jahat juga sih gw, balikan sama mantan waktu SMA juga cuma pengen tau perasaan BRJ (nama mantan) gw yang sebenernya.

Pas sebulan jalan sama tu mantan, gw putusin dia dan berniat balik sama si BRJ. Lagi-lagi gw jahat sama orang, dan gw sadar sih, sadar kalo karma itu ada dan bakal menghampiri dimanapun kita berada dan apapun yang udah kita perbuat.

Okee, singkat cerita udah kembali normal, tapi hubungan gak jelas statusnya,entah dia sengaja memang gak mau terikat, tapi tetep sih kelakuan kita udah kayak pacaran lagi aja.
Tapi berapa bulan sesudah itu, kelakuan dia makin jauh. Deket sama cewek lain (baca: PDKT), jarang pulang kerumah, lebih betah di kost, sering ketahuan bohong (misal: dia bilang gak enak badan, tengah malem update twit dan mention ke dia kalo mereka di luar),jarang atau hampir gda kabar kalo gak ditanya, gak ada pertanyaan balik ke gw, dan sering gak bales pesan BBM walaupun udah R, dan juga waktu buat ketemu itu semakin langka, kecil dan hampir raib. Dengan segala kesabaran, gw bertahan, kenapa?? Karena cinta ke dia udah gw terhitung jumlahnya, udah gak keukur dalemnya, udah gak terkira besarnya. Apapun kesalahan dia, gw maafin, gw terima, gw simpen dalem hati.

Sampai akhirnya, Desember 2011, pagi, masuk pesan BBM yang isinya buat seluruh dunia gw hancur, luar biasa sakitnya. Yah, isinya kalo dia milih pergi dari gw, dengan alesan takut gw menunggu lama. Padahal udah bertahun-tahun juga gw udah nunggu dia lama.

Yang gw sayangin, jadi semua usaha gw perbaiki diri, semua pengorbanan, semua cinta gw itu ilang gitu aja. Hancur. Awalnya gw terima keputusan itu, gw ngalah, kalo gw memang jadi beban dan ganggu pikiran dia, lebih baik gw gak ada.

Dan awal Januari, semua kebuka, apa yang sebenernya buat dia pergi. Iya, memang orang ke tiga. Huufhhhh, semenjak itu berat badan terus terusan turun, sampe angka yg luar biasa rendah. 39kg.
Stress, depresi, sering nangis gak ada sebab, marah, sakit hati, semua jadi satu.

Lumayan lama gw kayak begitu terus, sampe suatu hari sadar, gak ada yang perlu disesali. Balik ke kalimat gw diatas, karma bakal nyamperin cepat atau lambat, kapanpun, dimanapun.

Dan heiii, mungkin juga itu karma buat gw ya, yang udah maen tinggalin orang aja.
Life must go on. Kita menangis dan diam, dunia terus berputar. Gak akan pernah ada toleransi untuk kita yang lebih milih terus-terusan terpuruk.

Sekali lagi, itu jadi pelajaran, yang bener bener bener bener berharga dan ilmunya luar biasa. Tuhan udah siapkan skenario yang sebenarnya untuk masing masing kita. Dan kata Alitt Susanto, Tuhan juga akan bertanggungjawab pada hidup yang telah diberikan kepada kita.

Tutup buku lama, mulai hidup, tulis cerita yang lebih indah, perbaiki diri. Karena pasangan kita nanti, adalah cerminan diri kita.. Kita total mencinta, nanti kita juga akan total dicinta. Kalo belom sekarang, berarti Tuhan hanya menunda, bukan berarti tidak.

Jangan pernah diinget-inget lagi. Cukup sesekali menoleh, lalu kembali melaju ke depan.
Mungkin bahagia orang lain juga belom tentu terletak di kita. Gak salah juga kalo mencari yang lebih.

Oh iya, tidak berlaku 'Too much love' bagi pasangan yg belum pasti bersama.Karena 'Too much love, is Too hurt'. Much love hanya untuk pasangan hidup kita nanti, serta keluarga.

Eh jadi bisa berterimakasih dikit sama dia, gw jadi lebih dewasa, lebih memaknai cinta, tidak mengalah dan dikalahkan oleh ego, dan bisa memandang kehidupan lebih bijak. Hidup gak melulu urusan cinta dengan pasangan kok, bisa dapetin cinta dari sekeliling kita.

-TERIMA KASIH-